PUPUK HAYATI RioGEN Inovasi Bidang Pertanian Karya Putera Bangsa ------ Terdaftar DEPTAN HAYATI NO. 03.02.2015.019 --------- RioGEN Dari Merapi Untuk Petani

Terobosan Baru Dalam Bidang Pertanian

Sahabat Petani.. Ramah Lingkungan.. dan menyuburkan tanah.

Terobosan Baru Dalam Bidang Pertanian

Sahabat Petani.. Ramah Lingkungan.. dan menyuburkan tanah.

Terobosan Baru Dalam Bidang Pertanian

Sahabat Petani.. Ramah Lingkungan.. dan menyuburkan tanah.

Terobosan Baru Dalam Bidang Pertanian

Sahabat Petani.. Ramah Lingkungan.. dan menyuburkan tanah.

Terobosan Baru Dalam Bidang Pertanian

Sahabat Petani.. Ramah Lingkungan.. dan menyuburkan tanah.

Minggu, 11 Januari 2015

Pengertian Pupuk Organik Dan Pupuk Hayati

Pengertian Pupuk organik adalah pupuk yang terbuat dari sebagian besar atau seluruhnya terdiri atas bahan organik yang berasal dari tanaman atau hewan yang diolah melalui proses rekayasa. Pupuk Organik dapat berbentuk padat ataupun cair dimana Fungsi Pupuk organik adalah untuk digunakan mensuplai bahan organik yang dibutuhkan tanah untuk memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi.
Pengertian tersebut menunjukkan bahwa pupuk organik lebih dititik beratkan pada kandungan C-organik atau bahan organik daripada kadar haranya, dimana nilai C-organik itulah yang menjadi pembeda dengan pupuk anorganik (sintetis).
Sumber bahan organik yang dapat digunakan pupuk adalah berupa kompos, pupuk hijau, pupuk kandang, sisa panen (jerami, brangkasan, tongkol jagung, bagas tebu, dan sabut kelapa), limbah ternak, limbah industri yang menggunakan bahan pertanian, dan limbah kota. Kompos merupakan produk pembusukan dari limbah tanaman dan hewan hasil perombakan oleh fungi, aktinomiset, dan cacing tanah. Pupuk hijau merupakan keseluruhan tanaman hijau maupun hanya bagian dari tanaman seperti sisa batang dan tunggul akar setelah bagian atas tanaman yang hijau digunakan sebagai pakan ternak. Sebagai contoh pupuk hijau ini adalah sisa–sisa tanaman, kacang-kacangan, dan tanaman paku air Azolla. Pupuk kandang merupakan kotoran ternak. Limbah ternak merupakan limbah dari rumah potong berupa tulang-tulang, darah, dan sebagainya. Limbah industri yang menggunakan bahan pertanian merupakan limbah berasal dari limbah pabrik gula, limbah pengolahan kelapa sawit, penggilingan padi, limbah bumbu masak, dan sebagainya. Untuk cara pembuatan pupuk organic ada di
Limbah kota yang dapat menjadi kompos berupa sampah kota yang berasal dari tanaman, setelah dipisah dari bahan-bahan yang tidak dapat dirombak misalnya plastik, kertas, botol, dan kertas.
Istilah pupuk hayati digunakan sebagai nama kolektif untuk semua kelompok fungsional mikroba tanah yang dapat berfungsi sebagai penyedia hara dalam tanah, sehingga dapat tersedia bagi tanaman.
Pemakaian istilah ini relatif baru dibandingkan dengan saat penggunaan salah satu jenis pupuk hayati komersial pertama di dunia yaitu inokulan Rhizobium yang sudah lebih dari 100 tahun yang lalu. Pupuk hayati dapat didefinisikan sebagai inokulan berbahan aktif organisme hidup yang berfungsi untuk menambat hara tertentu atau memfasilitasi tersedianya hara dalam tanah bagi tanaman.
Memfasilitasi tersedianya hara ini dapat berlangsung melalui peningkatan akses tanaman terhadap hara misalnya oleh cendawan mikoriza arbuskuler, pelarutan oleh mikroba pelarut fosfat, maupun perombakan oleh fungi, aktinomiset atau cacing tanah. Penyediaan hara ini berlangsung melalui hubungan simbiotis atau nonsimbiotis. Secara simbiosis berlangsung dengan kelompok tanaman tertentu atau dengan kebanyakan tanaman, sedangkan nonsimbiotis berlangsung melalui penyerapan hara hasil pelarutan oleh kelompok mikroba pelarut fosfat, dan hasil perombakan bahan organik oleh kelompok organisme perombak. Kelompok mikroba simbiotis ini terutama meliputi bakteri bintil akar dan cendawan mikoriza. Penambatan N secara simbiotis dengan tanaman kehutanan yang bukan legum oleh aktinomisetes genus Frankia di luar cakupan buku ini. Kelompok cendawan mikoriza yang tergolong ektomikoriza juga di luar cakupan baku ini, karena kelompok ini hanya bersimbiosis dengan berbagai tanaman kehutanan. Kelompok endomikoriza yang akan dicakup dalam buku ini juga hanya cendawan mikoriza vesikulerabuskuler, yang banyak mengkolonisasi tanaman-tanaman pertanian.
Kelompok organisme perombak bahan organik tidak hanya mikrofauna tetapi ada juga makrofauna (cacing tanah). Pembuatan vermikompos melibatkan cacing tanah untuk merombak berbagai limbah seperti limbah pertanian, limbah dapur, limbah pasar, limbah ternak, dan limbah industri yang berbasis pertanian. Kelompok organisme perombak ini dikelompokkan sebagai bioaktivator perombak bahan organik.
Sejumlah bakteri penyedia hara yang hidup pada rhizosfir akar (rhizobakteri) disebut sebagai rhizobakteri pemacu  tanaman (plant growthpromoting rhizobacteria=PGPR). Kelompok ini mempunyai peranan yaitu :
  1. menambat N2 juga
  2. Menghasilkan hormon tumbuh (seperti IAA, giberelin, sitokinin, etilen, dan lain-lain)
  3. Menekan penyakit tanaman asal tanah dengan memproduksi siderofor glukanase, kitinase, sianida dan
  4. Melarutkan P dan hara lainnya Sebenarnya tidak hanya kelompok ini yang memiliki peranan ganda (multifungsi) tetapi juga kelompok mikroba lain seperti cendawan mikoriza. Cendawan ini selain dapat meningkatkan serapan hara, juga dapat meningkatkan ketahanan tanaman terhadap penyakit terbawa tanah, meningkatkan toleransi tanaman terhadap kekeringan, menstabilkan agregat tanah, dan sebagainya, tetapi berdasarkan hasil-hasil penelitian yang ada peranan sebagai penyedia hara lebih menonjol daripada peranan-peranan lain.
Pertanyaan yang mungkin timbul , apakah multifungsi suatu mikroba tertentu apabila digunakan sebagai inokulan dapat terjadi secara bersamaan, sehingga tanaman yang diinokulasi dapat memperoleh manfaat multifungsi mikroba tersebut. Kebanyakan kesimpulan tersebut berasal dari penelitian-penelitian terpisah, misalnya pengaruh terhadap serapan hara pada suatu percobaan, dan pengaruh terhadap toleransi kekeringan pada percobaan lain. Mungkin sekali fungsi-fungsi tersebut hanya dimiliki spesies tertentu pada suatu kelompok fungsional tertentu, atau mungkin juga fungsi-fungsi ini hanya dimiliki oleh strain atau strain-strain tertentu dalam suatu spesies, atau kondisi lingkungan dimana tanaman tersebut tumbuh.
Subha Rao (1982) menganggap sebenarnya pemakaian inokulan mikroba lebih tepat dari istilah pupuk hayati. Ia sendiri mendefinisikan pupuk hayati sebagai preparasi yang mengandung sel-sel dari strain-strain efektif mikroba penambat nitrogen, pelarut fosfat atau selulolitik yang digunakan pada biji, tanah atau tempat pengomposan dengan tujuan meningkatkan jumlah mikroba tersebut dan mempercepat proses mikrobial tertentu untuk menambah banyak ketersediaan hara dalam bentuk tersedia yang dapat diasimilasi tanaman.

Minggu, 21 Desember 2014

Pupuk Hayati Peningkat Hasil Panen

RioGEN adalah PUPUK hayati cair yang terbuat dari bahan baku segar tanpa campuran bahan kimia yang diolah menggunakan proses ekstrak sehingga menghasilkan enzim.
Sebuah inovasi dalam bidang pertanian dalam bidang PUPUK HAYATI CAIR BIO FERTILIZER


Kandungan RioGEN :
1. Substansi Asam Humus
2. Mikroorganisme
* Pseudomonas
* Bacillus mageterium
* Azotobacter
* Yeast
* Azosprillium
* Azotobacter
* Actinomycetes
* Lactobacillus

3. Zat Pengatur Tumbuh ( ZPT )
* Auksin
* Giberellin
* Sitokinin

4. Unsur Hara Makro dan Mikro
Manfaat RioGEN
  1. Menguraikan unsur P, K, S, Fe dalam tanah dan mengikat unsur hara N dari udara sehingga bisa dimanfaatkan oleh tanaman agar menghemat penggunaan pupuk kimia
  2. Kandungan Hormon tanaman pada riogen mampu mempercepat pertumbuhan batang, daun, bunga, buah dan akar tanaman.
  3. Adanya kandungan mikroorganisme yang menghambat produksi etylen pada tanaman menyebabkan tanaman tidak cepat tua dan mati, jika di aplikasi pada tanaman cabai, kacang panjang, timun, paria, gambas dll akan memperpanjang masa petik (tanaman tidak cepat mati). Jika di aplikasi pada tanaman padi, kedelai dan jagung tanaman akan lebih hijau dan memaksimalkan fase pengisian bulir atau polong (karena daun tetap sehat tidak cepat kuning dan kering walaupun umur menjelang panen).
  4. Mikroorganisme yang terkandung dalam RioGEN juga mampu menyediakan hormon auksin, giberellin dan sitokinin pada daerah perakaran sehingga membantu mempercepat pertumbuhan tanaman secara seimbang
  5. Meningkatkan kesuburan kimia, biologi dan fisika tanah.
  6. Mempercepat dekomposisi bahan organik dalam tanah (sisa-sisa tanaman dan rumput) sehingga bahan organik cepat terurai dan bisa dimanfaatkan oleh tanaman
  7. Meningkatkan daya tahan tanaman terhadap hama dan penyakit melaui penyediaan unsur hara dan hormon yang seimbang sehingga menjadikan tanaman tumbuh alami dan sehat
  8. Beberapa mikroorganisme yang terkandung dalam RioGEN mampu membentuk antibiotik yang berfungsi untuk melawan penyakit akar. Selain itu mikroorganisme dalam RioGEN juga mampu menjadi pesaing penyakit akar sehingga bisa menyehatkan tanaman dan mencegah penyakit akar (layu, busuk akar dan busuk pangkal batang)
  9. Menghemat penggunaan pupuk kimia hingga 50 % (jika menggunakan pupuk Riogen penggunaan pupuk kimia bisa dikurangi 50 %)
  10. Menghemat biaya produksi karena harganya sangat terjangkau bisa mengurangi penggunaan pupuk kimia.
  11. Cocok untuk semua jenis tanaman
  12. Tidak mengandung racun dan tidak menyebabkan pencemaran lingkungan bahkan mikroorganisme yang terkandung dalam RioGEN mampu menguraikan racun/ residu kimia dalam tanah
  13. Pupuk hayati RioGEN akan meningkatkan produksi atau hasil panen petani, melestarikan tanah dan lingkungan serta menyehatkan petani dan masyarakat Indonesia.

PRODUKSI

CV. MULTI GUNA
MAGELANG - JAWA TENGAH

PRODUSEN DAN PENYEDIA PUPUK HAYATI CAIR